Kebenaran dalam Demokrasi Bersifat Relatif

















Suatu kebenaran yang tidak tergantung kepada banyak atau sedikitnya pendukung disebut kebenaran ontologis. Sedangkan kebenaran yang kita terapkan dalam masyarakat, dalam rangka demokrasi, adalah kebenaran sosiologis, yaitu suatu kebenaran relatif yang menjadi sangat kuat karena didukung oleh orang banyak. Maka, kita harus mengikuti yang mayoritas. Kita harus mengikuti suara terbanyak. 

Itulah yang menjadi alasan mengapa dalam suatu demokrasi harus ada musyawarah dan kalau perlu voting, pemungutan suara. Nabi juga melakukannya dalam beberapa kasus. Nabi pernah kalah suara dan beliau mengikuti suara terbanyak. 

Memang, kebenaran dalam persoalan itu adalah kebenaran yang sangat relatif, bukan suatu kebenaran ontologis. Tetapi kalau menyangkut kebenaran ontologis, kebenaran karena sikap atau nilai suatu hal yang memang benar dalam dirinya sendiri, maka Nabi tidak musyawarah. Beliau menentukan sendiri berdasarkan wahyu. Hal ini dikarenakan Nabi memiliki hubungan vertical dengan Allah secara pribadi. 

Dikutip dari Ensiklopedi Nurcholish Madjid:
KEBENARAN ONTOLOGIS DAN SOSIOLOGIS

Share on Google Plus

0 komentar: